Thursday, July 14, 2016

Mencumbui Rindu


Siapapun yang merasakan ini, percayalah kita tidak akan dikecewakan. Penantian kita akan sampai pada masanya. Kalaupun yang terjadi tidak demikian, tetap berbahagialah karena kita telah terhindar dari sebuah sebab penyesalan.

Dalam diam indahnya cinta, bisikan jiwa memandu raga 
Untukmu ku haturkan doa, di akhir kehidupan kita bersama 
Dari kejauhan terangkai kenangan
Merajut kata tentang keindahan 
Dalam hati sebuah kerinduan 
Doa padaNya demi sekali lagi pertemuan 
Duhai purnama, telah ku baca bait cinta para pujangga 
Juga cerita hidup para pengembara 
Pada angin ku titipkan, kisah maaf seorang pemuda
Tentang bahasa sebuah peristiwa 
Suatu pagi beberapa hari lalu,  aku berbicang dengan mentari 
Tentang dirimu duhai bidadari 
Kataku padanya untuk menyerah diri 
Katanya padaku tetap di sini, tetap setia menjaga hati 
Meski bidadari tiada tahu isi hati tetaplah bertahan meski sendiri 
Hingga nanti ketika segala rasa nyata terbukti 
Tentang kebenaran takdir Ilahi 
Sebuah cinta kan temukan jalannya 
Sepanjang jalan terserak duri 
Kian menumpuk derita hati 
Dipersimpangan begitu indahnya 
Merayu diri melangkah padanya 
Namun apalah dayaku 
Senyummu telah memenjara kalbu, mata indah itu juga jilbab biru 
Sungguh, sakit tertusuk ribuan duri lebih mudah berlalu 
Ketimbang aku kehilangan dirimu 
Karenanya, aku lebih memilih untuk menyerah
Menyerah pada ruang, menyerah pada waktu 
Kini, hanyalah padaNya hati bertumpu 
Padamu aku menyemai rindu 
Untaian doa dari dalam kalbu 
Bait cinta untukNya juga untukmu 
Kini, apalah aku tanpaMu 
Malanglah aku tanpa hadirMu 
Sepanjang jalan mencumbui rindu 


Bogor, 24 Oktober 2015


Pada akhirnya aku hanya bisa bertanya pada diriku sendiri, siapa aku berani menetapkan takdir kita berdua... Engkau dengan takdirmu sebagaimana aku telah ditetapkan dengan takdirku. Benarlah kiranya yang mengatakan bahwa manusia tidak bisa merancang masa depan, ia hanya bisa mengira ngira tanpa mengetahui dengan pasti faktanya. Tapi apakah seperti itu..?. lantas apa artinya usaha yang dilakukan demi mewujudkan segala mimpi? dan ketika mimpi itu nyatanya mewujud?... Betapapun, apapun itu, aku bersyukur kepadaNya. Tidak ada kebetulan terjadi diluar kerangka kehendakNya, termasuk antara aku dan kamu. Dan untukmu, beribu terima kasih atas nasehat waktu itu sehingga aku lebih bisa bertanya ke dalam diri, tentang siapa aku dan untuk apa aku melakukan semua ini, untuk Siapa? untukmu kah atau... hingga semua nyata terjadi, biarlah aku berada pada baris terakhir puisi di atas. Duhai adinda, doaku untukmu, semoga engkau selalu berada dalam limpahan kasih dan sayangnya. 

Di Atas Ranah Tiada Asa


Hidup adalah sebuah perjalanan, perjalanan mengenal Allah kembali. Semoga kelak, telah menjadi kekasih sebelum datang kematian. 


Dibalik tempurung
Seekor katak duduk termenung
Tak tau akan langit yang mendung
Ataupun ombak yang kian menggulung
Tetap tersanjung meski terkurung
Adalah ia seorang pemuda
Di atas ranah tiada asa
Mata sendu beribu makna
Terpendam di sana
Seribu tanda tanya
Oh…kasihan
Ia yang miskin pengalaman
Menapak jalan tanpa tujuan
Juga di sana
Diatas ranah tiada asa
Meski lama menatap angkasa
Tetap tak tahu akan tanya
Yang terlukis diwajahnya
Kini…ia merunduk menatap tanah
Berharap cahaya meski secercah
Sampai matanya terpana
Melihat tempurung
Sembunyikan ia yang terselubung
Ia…
Katak di balik tempurung
Sekarang terbebas
Menatap langit tak lagi gelap
Biru luas penuh harap
Sedangkan pemuda itu
Pergi berlalu
Dengan seribu jawab
Akan tanya yang tak terucap
Dalam sanubari yang tetap gelap
tetap di sana
di atas ranah tiada asa

Gorontalo, 13 September 2011 


Special thanks to Umi Atik Hikmiyati (semoga umi dan keluarga selalu dalam limpahan kasih dan sayangNya).


Setiap hal ada kisahnya, termasuk ini. Lewat perantara tugas dari beliaulah puisi ini lahir, di 15 menit terakhir, setelah berkeluh kesah, dengan tergesa gesa, sekitar 5 tahun lalu. Umi, mohon doanya agar kami bisa menjadi manusia-manusia yang bertaqwa dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia. Mohon doanya juga agar kami bisa melalui jalan bercabang dunia ini yang penuh dengan rambu-rambu palsu menyesatkan.